Langsung ke konten utama

Modul Penguatan Pemangku Adat Minangkabau

Buku yang merupakan modul ini diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2018 sebagai salah satu bahan dalam Kegiatan Penguatan Pemangku Adat Minangkabau.
Isi Modul kami bagi kepada beberapa tulisan [Klik untuk menuju tulisan]:
  1. Sekapur Sirih: Kata Pengantar & Sambutan
  2. Daftar Isi
  3. Pendahuluan
  4. Sejarah Adat Minangkabau: Pendahuluan
  5. Sejarah Adat Minangkabau:  Sebelum Islam Masuk
  6. Sejarah Adat Minangkabau: Kedatangan Bangsa ‘Ad
  7. Sejarah Adat Minangkabau: Kedatangan Bangsa Mee Nam dan Viet
  8. Sejarah Adat Minangkabau: Kedatangan Bangsa Saba’
  9. Sejarah Adat Minangkabau: Dinasti Ptolemy Masuk
  10. Sejarah Adat Minangkabau: Interaksi dengan Bangsa Tamil
  11. Sejarah Adat Minangkabau: Islam Masuk, Menyebar dan Berkembang
  12. Sejarah Adat Minangkabau: Lareh Berdiri
  13. Sejarah Adat Minangkabau: Minangkabau Tak Tertaklukan
  14. Sejarah Adat Minangkabau: Sumpah Satia Bukik Marapalam & Kesimpulan
  15. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Pendahuluan
  16. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Filsafat, Ideologi, & Teologi Adat Minangkabau
  17. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Sumber Hukum Adat
  18. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Tingkatan Adat Minangkabau (Adat Nan Ampek)
  19. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Limbago Nan Sapuluah
  20. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Cupak Nan Duo
  21. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Kato Nan Ampek
  22. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Undang Nan Ampek
  23. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Hukum Adat
  24. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Hukum Ilmu, Hukum Bayyinah, Hukum Kurenah, & Hukum Perdamaian
  25. Undang & Hukum Adat Minangkabau: Sumbang
  26. Peradilan Adat: Pendahuluan
  27. Peradilan Adat: Evolusi Hukum & Peradilan Adat Minangkabau
  28. Peradilan Adat: Prinsip Dasar Peradilan Adat Minangkabau
  29. Peradilan Adat: Hirarki dan Penyelesaian Sengketa Adat Minangkabau
  30. Peradilan Adat: Kategori Sengketa Perdata & Cara Penyelesaian
  31. Peradilan Adat: Wilayah Hukum dan Peradilan Adat Minangkabau
  32. Limbago Adat Minangkabau: Pendahuluan
  33. Limbago Adat Minangkabau: Rajo Tigo Selo
  34. Limbago Adat Minangkabau: Tigo Tungku Sajarangan
  35. Limbago Adat Minangkabau: Hirarki Limbago Adat Minangkabau
  36. Limbago Adat Minangkabau: Simpulan
  37. Tata Upacara Adat Minangkabau: Pendahuluan
  38. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Kelahiran
  39. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Pernikahan
  40. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Batagak Pangulu
  41. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Kematian
  42. Sifat, Fungsi, & Tugas Pemangku Adat: Pendahuluan
  43. Sifat, Fungsi, & Tugas Pemangku Adat: Karakter Pangulu
  44. Sifat, Fungsi, & Tugas Pemangku Adat: Sifat Pangulu Nan Ampek
  45. Sifat, Fungsi, & Tugas Pemangku Adat: Tugas & Tanggung Jawab Pangulu
  46. Sifat, Fungsi, & Tugas Pemangku Adat: Persyaratan Utama Pangulu
  47. Sifat, Fungsi, & Tugas Pemangku Adat: Pantangan & Larangan Pangulu
  48. Falsafah Pakaian Pangulu & Bundo Kanduang: Pendahuluan
  49. Falsafah Pakaian Pangulu & Bundo Kanduang: Pakaian Pangulu
  50. Falsafah Pakaian Pangulu & Bundo Kanduang: Pakaian Bundo Kanduang & Kesimpulan

Kulit Depan
Modul
Penguatan Pemangku Adat Minangkabau
Tim Ahli/Konsultan:
Dr. Yulizal Yunus, Dt. Rajo Bagindo
Irsal Verry Idrus, Dt. Lelo Sampono
Asbir, Dt. Rajo Mangkuto
Irwansyah, Dt. Katumanguangan
Musra Dahrizal, Katik Jo Mangkuto
Editor:
Januarisdi
Dr. Yulizal Yunus, Dt. Rajo Bagindo
Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat
2018

Kulit Belakang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergetar hati ini

[caption id="" align="alignright" width="320"] Gambar: Klik Disini [/caption] Bergetar hati ini Melihat pemandangan dimasa ini Gejolak Ghirah dalam diri Pada setiap muslim dan berdikari Bergetar hati ini Dalam penantian nan tiada pasti Kabar nan dinanti Dari kampung nan dicintai Bergetar hati ini Mengenang kampung nan jauh di hati Betapa dahulu Ghirah Islam melingkupi Setiap hati dunsanak kami

Adat sopan santun orang Minangkabau

[caption id="" align="aligncenter" width="700"] Gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia [/caption] Dalam suasana hari raya ini berkenankah engku, rangkayo, serta encik sekalian kami bawa melancong ke masa silam. Baru-baru ini kami mendapatkan sebuah kutipan pada sebuah buku dari tulisan seorang ahli perilaku (etiket) pada masa dahulunya di Minangkabau. Dikarang oleh B. Dt. Seri Maharajo dengan judul  Kitab 'Adat Sopan Santoen Orang Minangkabau  yang diterbitkan oleh Penerbit Merapi & Co  pada tahun 1922 di Bukit Tinggi. Kutipan tersebut memuat uraian pada halaman 75-80 sebagai berikut: 1. Apabila duduk bersama-sama tak boleh terkentut 2. Kalau menguap harus menutup mulut dengan tangan yang terkerucut 3. Apabila pergi ke jamban (untuk buang air besar) perlulah menutup kepala, memakai terompah, dan jangan terbuka aurat sebelum masuk jamban. Jangan bercakap-cakap, jangan pula menyahuti panggilan (seruan orang) melainkan dengan batuk kecil-keci...

29. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Batagak Pangulu

UPACARA BATAGAK PANGULU Salah satu upacara atau alek ( ceremony ) adat Minangkabau yang paling sakral yang mendapatkan perhatian dan perlakukan khsus adalah Batagak Pangulu atau ada juga yang menyebutnya Batagak Gala .  Upacara ini merupakan peristiwa pentasbihan dan pengambilan atau pengucapan sumpah serta janji seorang Pangulu pada saat ia diangkat dan dinobatkan sebagai pemimpin kaum yang bergelar Datuak. Upacara adat ini sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana firman Allah mengingatkan: Sesungguhnyan orang-orang yang menukar janji ( nya dengan Allah ) dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit maka mereka itu tidak mendapat bahagian dari ( pahala ) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kahirat dan tidak ( pula ) akan menyucikan mereka. Bagi mereka adalah azab yang pedih (QS:3:77). Pada bagian lain Allah juga mengingatkan: “ Dan janganlah kamu mengikuti orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina ” (QS 6...