[caption id="" align="aligncenter" width="660"] Picture: http://mypenang.gov.my[/caption] Sepekan setelah Hari Rayo Gadang atau enam hari setelah menunaikan puasa di Bulan Syawal, orang Minangkabau pada masa dahulu merayakan Hari Rayo Anam. Pada hari raya ini sekalian kaum kerabat nan tak dapat dijalang pada Hari Rayo Gadang diziarahi. Lazim dahulu ditemui kaum perempuan menenteng bungkusan berisi beraneka ragam makanan khas kita (pinyaram, sipuluk, limpiang, kalamai, godok, kue loyang, dsb) atau pada masa sekarang telah lazim ditemui dimana dicukupkan dengan kue gadang saja. Hari Rayo Anam ialah kesempatan untuk menziarahi kaum kerabat yang tak dapat dijalang tatkala Hari Rayo Gadang. Maklumlah tuan, di kampung kita apabila berhari raya ke rumah kaum kerabat maka wajib hukumnya untuk makan nasi. Tak boleh hanya dengan memakan kue rayo saja. Akan sedih dan kecil hati kerabat kita apabila nasi di rumah mereka tak termakan, manisnya air di rumah mereka ...
Nan Kuriak Kundi, Nan Sirah Sago, Nan Baiak Budi, Nan Indah Baso