[caption id="" align="aligncenter" width="400"] Surau yang berarsitektur Minang Gambar: http://baralekdi.blogspot.co.id [/caption] Labuh raya di bandar besar itu sangatlah ramai, amatlah payah bagi orang-orang nan hendak menyeberangi labuh itu. Para pengendara tiada hendak mengalah kepada orang-orang nan hendak menyeberang itu. Mereka semua sedang diburu waktu, mesti cepat sampai karena banyak hal nan mesti diurus. Pemandangan serupa itu tiada akan tuan dapati di kampung halaman kita. Lepau nasi nan disebut orang "warung" di pulau ini telah silih berganti orang nan datang. Namun si empunya lepau terlihat tengah bersantai. Beberapa orang anak buahnya telah diarahkannya untuk bekerja, dia hanya melihat-lihat saja lagi. "Tahukah engkau, apa perbedaan bandar ini dengan kampung kita?" tanya kawan kami disela-sela percakapan seputar kampung halaman nan teramat dirindukannya itu. Kami terdiam, memandang hendak tahu. Tentulah banyak perbedaan ...
Nan Kuriak Kundi, Nan Sirah Sago, Nan Baiak Budi, Nan Indah Baso