Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 27, 2019

Telpon di kampung kita dahulunya

Maninjau padi lah masak Batang kapeh batimba jalan Hati risau di baok galak Bak paneh manganduang hujan Pantun tersebut terucap dari mulut  inyiak [1] kami tatkala berkisah mengenai kenangan masa bujangnya dahulu. Semula ia melihat telpon genggam nan sedang kami pegang tatkala mengawani beliau berkisah. Lalu terucaplah rasa kagum dari mulut beliau "Sungguh ada-ada sahaja orang sekarang, sampai ke Amerika orang tersambung dibuatnya.."

Lareh Berdiri

Sutan Si Marajo Dirajo ke Minangkabau, lalu mendirikan kerajaan tua, dikenal dengan Kerajaan Pasumayan Koto Batu berpusat di Pariangan dan Padang Panjang. Dalam Tambo Jambi Kerajaan itu dikenal Kerajaan Kandis. Parmaisurinya Indo Jalito. Setelah ia wafat ia meninggalkan anak yang masih kecil bernama S utan Paduko Basa dan Puti Sari Jamilan . Beberapa tahun kemudian, istrinya Indo Jalito menikah dengan Catri Bilang Pandai staf ahli di kerajaan. Indo Jalito kemudian melahirkan dua anak laki-laki yakni Jatang diberi gelar Sutan Balum dan Kilek Dunie . Mereka masih tinggal di istana termasuk beberapa anak perempuan di antaranya Puti Reno Indah dan Puti Indo Bacayo. Karena penduduk Pariangan dan Padang Panjang pusat Kerajaan Pasumayam Koto Batu semakin padat, maka wilayah pemukiman diperluas sampai ke tiga kawasan, disebut sekarang Tanah Data, Agam dan Limopuluah Koto. Ketiga kawasan itu dijadikan wilayah inti seperti sekarang disebut Luak Nan Tigo adalah wilayah inti ranah Minangkabau. S...