Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Perihal Datuk (Bag.1)

[caption id="attachment_1575" align="alignleft" width="300"] Baju Kebesaran Penghulu yang Kaya akan Falsafah bagi Si Pemakainya. Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Sudah menjadi kelaziman di negeri kita, bahkan di beberapa nagari di Alam Minangkabau ini mungkin, bahwa apabila hendak meangkat seorang penghulu yang di Alam Minangkabau ini digelari dengan “datuk” maka pengangkatan tersebut akan mempertimbangkan perihal jatah siapa sekarang yang akan menjadi datuk. Hal tersebut akan berlaku apabila datuk tersebut dipalegakan [1] dari satu keluarga ke keluarga lainnya, dan terkadang hal ini melalui persengketaan pula. Dalam Adat seorang Calon Penghulu disyaratkan sudah balig , namun pada beberapa kejadian ada jua seorang lelaki yang belum balig diangkat menjadi penghulu dengan alasan menyelamatkan gelar yang dilegakan karena belum ada lelaki balig dalam keluarga mereka. Bisa saja kelaurga tersebut memiliki anak perempuan lebih banyak dari anak lelaki. Kemud...

Hujan & Air Agam

Hujan ya [caption id="attachment_1552" align="alignleft" width="300"] Air Agam yang besar[/caption] ng melanda negeri kita semenjak beberapa pekan ini telah menyirami negeri kita yang sebelumnya kering dilanda kemarau. Sungguh hal ini suatu nikmat dari Allah Ta'ala. Air yang menggenang pada beberapa tempat, serupa luak yang meninggi airnya, di pekarangan rumah, jalan yang berlubuk, ataupun di tabek-tabek yang dimiliki oleh orang kampung kita menandakan betapa melimpah rahmat dari Allah Ta'ala untuk kita. Besarnya curah hujan rupanya tak hanya menggenangi segala luak, tabek, lubuk, sawah, dan lain sebagainya melainkan juga Batang Aia di kampung kita yang kita kenal dengan sebuatan Agam juga besar airnya. Telah hampir pula melimpah ke jalan, perak, dan sawah milik orang kampung kita. Tentunya hal ini merupakan kejadian yang janggal dan jarang kita temui. Semoga saja airnya tak sampai melimpah. Dahulu pernah air agam ini melimpah, menggenangi jalan, ...

Dalam Incaran Komunis

[caption id="attachment_1563" align="alignleft" width="264"] Uang PRRI Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Terkenang kami akan masa nan dahulu, mendengar kisah dari inyiak-inyiak kita perihal keadaan nagari kita selepas dikuasai komunis . Kami yakin sebagian besar dari engku telah banyak lupa dengan penderitaan yang dialami oleh inyiak-inyiak kita tersebut. Atau mungkin tiada tahu, karena tiada pernah mendapat warisan cerita perihal masa kelam tersebut. Atau ada pernah mendengar namun telah lupa, atau mungkin melupakan. Pada masa itu tahun 1958 sekalian orang Minangkabau memberontak melawan kepada Pemerintah Pusat karena cemas dan khawatir melihat kedekatan Soekarno dengan Partai Kominis (PKI). Mungkin sebagian besar orang tua-tua kita tiada senang dengan istilah "Pemberontak" yang kami pakai. Karena menurut pandangan sekalian orang Minangkabau pada masa itu yang kita lakukan ialah tindakan "koreksi" terhadap Pemerintah Pusat yang te...

Yang Terkenang akan Kamang

[caption id="attachment_1538" align="alignleft" width="300"] Lambang Nagari Kamang Hilia[/caption] Beberapa masa yang lalu kami bersua dengan seorang engku yang rupanya berasal dari salah satu nagari di Luhak Agam ini. Kami bercakap-cakap perihal orang kampung, maklumlah engku orang rantau kalau bersua dengan orang-orang yang sekampung pastilah bernostalgia. Memanglah nagari kami tak sama, namun di rantau orang asalkan masih orang Kamang Magek, Tilatang Kamang, Bukittinggi, Luhak Agam, atau Minangkabau maka kita akan langsung merasa dekat. “Tidak tuanku, maota saja engku ini! Kalau benar kenapa saya tidak merasakan hal yang serupa?” tanya engku dan encik kepada kami. “Memanglah benar demikian, sebab masing-masing orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda pula. Namun pernyataan kami di atas seperti kata orang sekarang iala menjeneralisir. ” Begitulah engku dan encik sekalian. Engku tak begitu lama kami bercakap-cakap, maka kemudian datanglah kawan engku ...

Main Gatan

[caption id="attachment_1545" align="alignleft" width="300"] Main Gatan di Kita, Main Bekel di Orang Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Masih ingatkah encik dengan permainan ini? Masih adakah anak gadis kaciak kita di kampung pada masa sekarang memainan ini? Kalau kami tak salah, permainan ini khusus dimainkan oleh anak perempuan. Merupakan suatu permainan yang melatih ketangkasan seorang anak. Sungguhlah kalau dapat dan hendak memahami dengan hati lapang dan bersih. Maka akan kita dapati bahwa segala permainan yang kita mainkan pada masa kanak-kanak sangat berfaedah bagi kehidupan kita setelah dewasa. Permainan ini menggunaan bola dan atak. Bola nya terbuat dari daun bayua   dimana dikulipehi [1] selapis kemudian kulipehi nya tersebutlah yang dililitkan hingga membentuk sebuah bola. Atau dapat juga digunakan kajai [2] yang dililitk hingga membentuk kumpalan serupa bola. Atau anak-anak masa kemudiannya menggunakan bola tenis. Sedangkan atak  disini ...

Sipak Tarompa & Sipak Kaleng

[caption id="attachment_1108" align="alignright" width="300"] Seorang Gadis Kecil sedang berlarian di pematang sawah mendahului ibundanya. Latar belakang gambar ialah Rimbo Bukik Barisan Gambar: Diambil pada salah satu kawasan persawahan di kampung kita.[/caption] Terdapat satu permainan serupa dengan permainan “Kuciang Mandok”, nama permainan itu ialah “Sipak Tarompa” [1] dan “Sipak Kaleng”. Permainan ini sangat ramai peminatnya oleh kanak-kanak pada masa dahulu. Mereka senang sekali apabila melihat kawan mereka “parah” (kena hukum) dalam masa yang begitu lama. Dalam permainan Sipak Tarompa, maka satu tarompa milik masing-masing pemain “disumbangkan” untuk diletakkan pada satu lingkaran yang telah dibuat. Pada lingkarang tersebut, setiap pemain harus meletakkan tarompa mereka. Permainan dimulai dengan balasuk, bagi yang kalah maka dialah yang manjadi. Permainan diulai dengan melemparkan semua tarompa yang telah dikumpulkan di dalam lingkaran oleh para...

Penculikan anak di kampung

[caption id="attachment_1542" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Terkejut kami tatkala mendengar kalau di Koto Marapak di Nagari Magek hampir terjadi penculikan anak. Kejadiannya ialah beberapa hari menjelang hari raya Idul Adha nan silam. Menurut cerita yang sampai kepada kami, si anak kira-kira kelas satu sd, seorang gadis kecil yang masih sangatlah manja. Dimasukkan ke dalam karung oleh penculiknya. Namun rupanya si anak ini berteriak meminta pertolongan, maka keluarlah orang kampung. Melihat kejadian yang serupa itu, si penculik akhirnya pergi melarikan diri. Ada pula kejadian di Nagari Salo, serupa agaknya, dimasukkan ke dalam karung. Selepas di masukkan ke dalam karung si anak ini rupanya mencoba meronta-ronta. Lalulah sebuah oto, agaknya si pengemudi oto merasa ada yang ganjil dengan karung pada oto yang dilaluinya. Akhirnya si anak dapat di selamatkan.

Pawai 17 Agus pada 18 Agustus 2014

[caption id="attachment_1536" align="alignleft" width="300"] Anak-anak sekolah dengan pakaian kebesaran mereka Foto: Benny Frivanda[/caption] Hari Senin tanggal 18 Agustus 2014 yang silam telah berlangsung acara Pawai 17 Agustus di kampung kita yang diadakan oleh fihak Kecamatan. Rupanya Simpang Pintu Koto dijadikan sebagai tempat untuk memasang tenda tepatnya di muka kedai Engku Parido dan Engku Dt. Bilang Sati. Acara diikuti oleh sekalian anak sekolah yang ada di Kecamatan Kamang Magek, juga ada kelompok ibu-ibu pemain rebana dari Kamang Mudiak, serta peserta lainnya. Terdengar oleh kami bahwa tiada kegiatan apa-apa untuk tingkat nagari di kampung kita, semoga hal ini dapat menjadi renungan bagi kita bersama. [caption id="attachment_1534" align="alignright" width="300"] Para Petinggi Foto: Benny Frivanda[/caption] Di panggung kehormatan hadir Camat Kamang Magek beserta ketiga Wali Nagari yang ada di lingkungan Kecamatan K...

Pendakian Tarok

[caption id="attachment_1527" align="alignleft" width="224"] Pandakian Tarok[/caption] Selain jambatan yang menuju Guguak Rang Pisang, masih ada pula yang membuat pengguna jalan tiada berkenan melaluinya, kalau tiada jalan lagi maka barulah ditempuhi. Yang kami maksudkan ialah Pandakian Tarok nan terkenal itu duhai engku dan encik sekalia merupakan pendakian nomor wahid yang dienggani untuk dilalui, nomor dua dahulunya ialah Pendakian Katapiang nan telah rancak itu. Sungguh sangat menyedihkan keadaan pendakian ini, tiada lagi serupa jalan tatkala kami tempuhi. Banyak batu-batu kerikil besar-besar di tengah jalan pendakian ini. Batu-batu dari aspal yang sudah hilang dimana tinggal kerikilnya saja lagi. Jalan ini tentulah sudah harus diperbaiki semenjak sebelum menunjukkan keadaan yang menyedihkan ini, namun kita tiada tahu dengan apa yang sebenarnya berlaku.

Jambatan Koto Kaciak Nan Malang

[caption id="attachment_1523" align="alignright" width="300"] Jambatan nan berlubang[/caption] Engku dan encik sekalian, semasa pulang kampung hari raya nan lalu, adakah engku dan encik  malala  keliling kampung kita? Adakah engku dan encik sampai ke Koto Kaciak dan adakah pula engku dan encik pergi menyeberang menuju ke Guguak Rang Pisang? [caption id="attachment_1524" align="alignleft" width="300"] Jambatan nan kanai tumbok[/caption] Tahukah engku dan encik ada berapa jambatan di kampung kita? Kami tak hendak menyuruh engku dan encik menghafal segala jambatan yang ada di kampung kita. Namun apabila dibandingkan dengan nagari jiran maka beruntunglah kita bahwa jambatan di kampung kita jauh lebih banyak dan keadaannyapun baik pula. Namun ada beberapa jambatan yang berada dalam keadaan yang tidak baik. Salah satunya ialah jambatan dari Koto Kaciak menuju Guguak Rang Pisang.

Halal bi Halal Nagari 3 Syawal 1435 H

[caption id="attachment_54" align="alignright" width="300"] Masjid Wustha Sekarang[/caption] Pada hari Rabu tanggal 3 Syawal 1435 H atau 30 Juli 2014 diadakanlah Halal bi Halal di nagari kita ini. Memanglah pada masa hari raya ini banyak orang yang mengadakan acara Halal bi Halal apakah itu di kampung kita ataupun bukan. Sehari sebelumnya kami dengar masyarakat di Jorong Batu Baraguang telah lebih dahulu mengadakan acara Halal bi Halal. Acara ini dihadiri oleh sekalian orang Kamang, wali nagari, tujuh belas kepala jorong, beserta unsur pimpinan lainnya di nagari ini hadir dala acara ini. Adapun pada acara kali ini dibahas beberapa perkara seperti persoalan Tanah Lapang yang telah bersua tanah yang akan dijadikan Tanah Lapang di nagari kita ini setelah sekian lama kita tak memiliki Tanah Lapang [1] . Kemudian pengukuhan anggota Tim untuk Penulisan Sejarah Perang Kamang guna mengajukan para tokoh Perang Kamang ini sebagai Pahlawan Nasional.

Kesenian Irama Minang

[caption id="attachment_1513" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi Gambar: http://hikmahhariku.blogspot.com/2012/03/halal-dan-haram-dalam-islam.html[/caption] Tahukah engku dan encik dengan permainan KIM? Kami telah mencoba mencari tahu sejarah awal mula permainan ini di Minangkabau namun tiada dapat oleh kami. Permainan ini tidaklah merata diamalkan oleh anak nagari di Minangkabau. Kami saja baru tahu perihal permainan ini setelah berada di rantau orang? Awalnya kami kira  permainan ini merupakan permainan latah yang ditiru dari salah satu negeri yang terdapat di Asia Timur. Sebab nama KIM bukanlah merupakan nama Minangkabau. Rupanya tidak demikian duhai engku dan encik sekalian.. Seorang kawan pernah berpendapat "Sesungguhnya permainan KIM ini sama dengan judi engku..?" katanya kepada kami pada suatu ketika. Kami diam saja karena tiada faham namun kemudian rasa ingin tahu mulai muncul dan kamipun penasaran "Apa dan seperti apa geranga...

Berhati-hati di Jalan

[caption id="attachment_1508" align="alignleft" width="224"] Tahukah engku dan encik sekalian jalan dimanakah ini?[/caption] Terkejut kami tatkala ada salah seorang kampung kita yang meninggal dikarenakan kecelakaan di jalan raya. Kabarnya orang kampung kita yang meninggal itu meninggalnya kerena membawa  onda. Sungguh cemas kami memikirkan keadaan di jalan raya pada masa ini, terutama semenjak bulan puasa, dan terutama sekali mendekati hari raya ini. Jalanan semakin ramai dan orang yang menggunakan jalanpun tiada arif. Kami berdo'a kepada Allah Ta'ala semoga tiada lagi yang meninggal di jalan, apakah itu orang kampung kita ataupun bukan. Kami yakin engku dan encik sekalian tentulah faham mengenai aturan di jalan raya, kami terkenang akan nasehat seorang mamak kepada kamanakannya yang baru pandai membawa kendaraan " Selama berkendara di jalan hendaknya engkau itu bersabar, jangan hilang akal, apalagi hilang kesadaran. Apabila ada yang mengha...

kemalangan di jalan pada puasa ini (2014)

[caption id="attachment_1503" align="alignleft" width="300"] Jalan di hadapan kantor camat. Lurus & datar sehingga menggoda orang-orang untuk kencang.[/caption] Sungguh Ramadhan kali ini membuat kami banyak terkejut, sedari awal bulan puasa ini kami telah mendapati kejadian yang membuat ngilu hati ini. Berbagai kemalangan di jalan semenjak awal bulan puasa ini telah banyak terjadi di propinsi ini. Apakah itu berita yang sampai kepada kami, kemalangan yang dialami kawan sendiri, hingga kini kemalangan yang dialami oleh orang sekampung. Satu orang ana bujang telah meninggal dikarenakan kemalangan di jalan sedangkan yang seorang lagi masihlah belum sadar terbaring di rumah sakit di Bandar Padang. Hanya do'a yang dapat kami panjatkan semoga kejadian serupa tiada lagi berlaku di kampung kita ini hendaknya. Sebagian besar kemalangan di jalan memakan korban dari fihak pengendara onda.  Memanglah anak-anak sekarang apabila membawa  onda  hanyalah sekadar ...

Maling Nan Merajalela

[caption id="attachment_1499" align="alignleft" width="247"] Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Masa-masa bulan puasa ialah masa penuh kebahagiaan dan kesyahduan, siang maupun malam ialah masanya untuk beribadah, memperbanyak amalan. Sungguh masa-masa yang indah yang tak terlupakan, yang akan kita kenang, dan terasa berat untuk berpisah. Namun ada pula orang yang memandang sebaliknya, bulan puasa ialah masa kesempatan terbuka lebar. Kesempatan untuk mengambil punya orang, memaling engku-engku sekalian. Itulah yang tengah terjadi di kampung kita pada saat ini, beberapa orang kampung telah mengalami kemalingan. Tidak hanya di kampung kita akan tetapi juga di kampung-kampung lain demikian pula. Kemalingan pula, beragam kerugian yang diderita oleh orang. Sungguh sedih hati ini mendengarnya.

Penistaan di masa tenang

[caption id="attachment_1495" align="alignleft" width="300"] Pilih yang jujur, bukan yang suka berpura-pura (sandiwara/acting)[/caption] Kami mendapat kabar dari kampung bahwa salah seorang pengurus pada salah satu masjid di kampung kita mendapat tawaran untuk mengadakan berbuka bersama di masjid. Tawaran ini datang dari salah satu tim pemenangan capres-cawapres salah satu pasangan yang ada di kampung kita. Si engku pengurus yang mendapat tawaran bertanya “Ini tim sukses dari pasangan nomor itsnain kah..?” Jawab si pembuat ulah “benar engku..” “Maaf engku, tak dapat di masjid kita berlaku hal demikian. Masjid kita ini netral dalam pemilu..” jawab si engku pengurus. Kemudian bertingkahlah si pembuat ulah ini “Ini uang sebesar @%juta engku! Masakan engku tolak..!?” Astagfirullahhal’azim.. ucap engku pengurus dalam hati, kenapalah orang sekarang begitu tak berkeningnya, tak berakal agaknya orang ini. Sudah tahu ini bulan puasa, dan sudah pula tahu kalau nomo...

1 Ramadhan di Sabtu ini..

Seorang engku bertanya kepada kami "Sudahkah mulai engkau berpuasa hari ini (Sabtu, 28-6-14)?" Kami jawab "Sudah engku, bagaimana pula dengan engku? Berpuasakah engku hari ini?" tanya kami. Si engku menjawab dengan gusar "Huh.. kalau saya punya Amirul Mukminin, jadi mengikuti apa kata Amir saya. Lagi pula - kalau seandainya engkau belum tahu - MUI di republik ini telah mengeluarkan bahwa; Penetapan Awal & Akhir Puasa Mengikuti Pemerintah. Tak patut kiranya sebagai umat Islam di republik ini tak mematuhi Fatwa MUI yang dapat kita samakan dengan Mufti ini.." Kamipun tersenyum saja dibuatnya "Bukankah MUI-pun telah mengharamkan berbagai aliran sesat serupa AHmadiyah, Jaringan Islam LIberal (JIL), Sekulerisme, LIberalisme, Pluralisme, dll. Tapi kenapa engku masih membela Ahmadiyah & JIL dengan dalih KEBEBASAN & KEBERAGAMAN..?" tanya kami Si engkupun terdiam dan kami lanjutkan bertanya " MUI pun telah mengharamkan untuk memilih pemimp...

Pendakian Katapiang

[caption id="attachment_1488" align="alignleft" width="224"] Pendakian katapiang sebelum dicor[/caption] Banyak orang sekarang bercakap perihal pembangunan di negeri ini, dan apabila mereka bercakap perkara demikian maka yang dimaksudkan dengan “pembangunan” itu ialah perubahan yang terjadi pada bidang fisik yang dapat ditangkap pandangan mata. Seperti contohnya bangunan usang yang diperbaiki atau dibongkar untuk digantikan dengan bangunan baru. Atau jalanan tanah yang diaspal atau dilapisi dengan semen (cor). Dapat juga bangunan baru dengan fungsi baru untuk kemasyarakatan, pemerintahan, ataupun perdagangan. Bagi engku dan encik yang telah lama tak pulang kampung, tentulah akan sangat terkejut mendapati salah satu jalan di kampung kita yang terkenal akan keadaannya yang cepat rusak pada masa sekarang telah diperbaiki oleh orang. Jalan tersebut dikenal dengan keadaannya yang demikian buruknya sehingga orang-orang yang memiliki kendaraan acap merasa engga...

Jalan Binu-Solok

[caption id="attachment_1475" align="alignright" width="300"] Dari Binu[/caption] Telah hampir sebagian besar jalan di kampung kita terlihat rancak. Ada yang diaspal dan ada pula yang dicor dengan semen oleh orang. Padahal seingat kami tak ada seorangpun anggota dewan dari Kamang pada masa 2009-2014, pekerjaan siapakah ini? Jalan yang dahulunya jalan setapak tempat kita bermain-main semasa kecil, pada masa sekarang telah dicor dengan sangat baik, ondapun telah dapat lalu atau bahkan  oto kami rasa dapat pula lalu. Hanya saja kalau berselisih maka akan kepayahan nantinya. Tak ada lagi lunau yang melekat dikaki apabila kita lewati jalan setapak ini. Tak ada lagi cerita tergelincir masuk banda apabila berlarian di jalan baru ini. [caption id="attachment_1482" align="alignleft" width="225"] Mesin pengocok semen orang masih tertinggal[/caption] Kami mendapat kabar perihal jalan tembus dari Binu menuju Solok telah dicor oleh oran...

Harapan kami..

[caption id="attachment_1462" align="alignright" width="135"] Ilustrasi Gambar: http://alrasikh.uii.ac.id/2012/09/21/adil/[/caption] Telah usai agaknya pemilihan umum di negeri kita ini, demikian pula halnya dengan kampung kita yang kata orang merupakan bagian dari republik ini. Walau demikian, masih ada satu lagi yang akan kita hadapi duhai engku dan encik sekalian yakni pemilihan presiden. Namun dari pada itu, bagaimana kiranya jalannya pemilu di kampung kita duhai engku dan encik sekalian? Adakah berjalan baik? Kami dengar bahwa para calon anggota dewan yang berasal dari kampung kita telah berhasil melenggang ke gedug dewan, hanya satu yang tak lulus. Benarkah demikian engku dan encik sekalian? Semoga saja dalam menjalankan amanah ini mereka dijaga oleh Allah Ta’ala dari segala perilaku dan akhlak tercela. Dikuatkan oleh Allah Ta’ala iman mereka, diperteguh pendirian mereka, dan mengharumkan nama nagari kita. Engku dan encik sekalian, berkenakah apabil...

Perkara Pemilu tahun ini di Kampung kita (Bag.2)

[caption id="attachment_1457" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Sungguh kami sangat merasa cemas sekali melihat perkembangan pola fikir orang kampung kita dimasa kini. Majukan kampung kita dengan memilih Anak Nagari agar pembangunan di kampung kita ini dapat berjalan. Serta pendapat lainnya; Sesiapapun dia, berasal dari partai dengan ideologi apapun, asalkan dapat memajukan kampung kita maka boleh kita pilih. Pada masa pemilu yang silam (2009) masih terkenang oleh kami beberapa orang yang mencemooh orang-orang yang memutuskan untuk tidak memilih (golput) . Sungguh suatu keadaan yang menyedihkan bagi pandangan kami. Karena orang Kamang ini yang katanya cerdas dan pintar ini masih dapat jua dibodohi. Pembangunan tidak mesti berupa pembuatan/pengaspalan/perbaikan jalan , pendirian puskesri, perbaikan sekolah, dan lain sebagainya. Tak adakah orang kampung kita ini yang memandang pembangunan itu dari sisi bathin (mental)? Pem...

Perkara Pemilu tahun ini di Kampung kita (Bag.1)

[caption id="attachment_1451" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi Gambar; http://politik.kompasiana.com/2014/03/25/wakil-rakyat-atau-wakil-partai-644138.html[/caption] Telah lama terasa, namun berfikir terus kami hendak menyampaikannya. Takut kami ada orang yang kan tersinggung suok-kida. [1] Memanglah demikian adatnya, semanjak zaman dahulu, perkara pemilu sangatlah mudah menjadi penyebab persengketaan diantara kita di dalam kampung. Kawan dapat menjadi lawan dan lawanpun dapat pula menjadi kawan. Kamanakan durhaka kepada mamak dan orangtua dan sebaliknya mamak serta orangtua dapat saja menjadi otoriter memaksakan pilihannya kepada keluarga. Beberapa bulan menjelang masa kampanye ditetapkan, telah tersiar di kampung kita perihal niat beberapa orang di kampung hendak memperjuangkan beberapa anak nagari agar dapat duduk sebagai anggota dewan. Paling tidak di tingkat kabupaten, begitulah kira-kira.. Terdengar oleh kami telah pula dibentuk sebuah tim ...

Guguak Rang Pisang

[caption id="attachment_1443" align="alignleft" width="300"] Kantor Jorong Guguak Rang Pisang[/caption] Terlupa kami agak perihal salah satu jorong di kampung kita duhai engku dan encik sekalian. Sungguh kami malu akan kekhilafan ini, kepada engku dan encik kami mohonkan maaf. Adapun jorong yang terlupakan itu ialah Jorong Guguak Rang Pisang yang juga terletak di ujung paling hilir dari nagari kita. Jorong ini berbatasan langsung dengan Nagari Salo. Jorong ini juga dilalui oleh Batang Agam yang memisahkannya dengan Jorong Koto Kaciak. Di atas Batang Agam inilah dibuat oleh orang sebuah jambatan yang  hingga kini masih serupa dengan aslinya dahulu, belum dilapisi oleh orang dengan aspal. Jambatan ini, menurut sebagian sumber kami berada dalam kawasan Jorong Guguak Rang Pisang. Dahulunya jambatan ini terbuat dari kayu sepenuhnya dan diberi oleh orang atap. Kalaulah engku dan encik sekalian ada melihat foto-foto lama, maka akan tersua oleh engku dan encik se...

Selendang Perempuan Minangkabau

[caption id="attachment_1439" align="alignleft" width="300"] Ibu-ibu memakai seledang apabila menghadiri acara beradat di kampung kita. Kampia tak pernah lupa di tangan.[/caption] Semasa cuti beberapa masa yang dahulu, kami mendapat kesempatan untuk menziarahi kampung. Kepulangan kami ini bertepatan pula dengan beberapa helat (kenduri) di kampung kita.  Beberapa orang terlihat oleh kami berkopiah dengan kain sarung terlipat yang dilingkarkan di leher. Atau ada juga yang menyepitkan kain sarung tersebut di onda yang dibawanya. Bagi yang perempuan memakai baju kurung sambil membawa kampia yang berisikan siriah langkok. Ya.. engku dan encik sekalian, mereka ialah orang-orang yang bertugas maimbau urang [1] , terdiri atas seorang lelaki dan seorang perempuan. Mereka bukan pasangan suami-isteri, melainkan saudara sesuku. Terkadang antara etek dengan anak atau mamak dengan kamanakan. Pada masa sekarang, mereka menggunakan onda sebagai sarana transportasi dala...

Mula Peringatan Perang Kamang

Pernah ada seorang kawan kami yang bertanya begini kepada kami “Tuanku, bilakah Perang Kamang itu mula-mula diperingati oleh orang?” Kami terkejut mendapat pertanyaan serupa itu, seumur hidup ini, belumlah ada orang yang peduli dengan bilakah atau semenjak bila Perang Kamang itu diperingati. Karena tidak pernah terfikirkan dan tidak pernah pula mendengar orang mempercakapkannya maka kamipun sama tak tahunyalah dengan kawan yang bertanya ini. Karena pengalaman buruk itulah makanya kami berusaha mencari perihal awal mula peringatan Perang Kamang 1908. Sebab fikiran akan pertanyaan tersebut telah menghantui kami “Mesti didapat jawapannya..!” kata hati kecil kami. [caption id="attachment_1195" align="alignleft" width="225"] Tugu Perang Kamang di Hadapan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Peletakan Batu Pertama Oleh: Jend. A.H.Nasution th.1963[/caption] Alhamdulillah, akhirnya bersua jua jawapan dari pertanyaan kawan kami yang dahulu itu duhai engku dan en...